Halo #speakers!
Gambar Idoep adalah komunitas film dari SPEAK yang punya program screening film dengan nama Layar Idoep. Di Layar Idoep yang diadakan pada Sabtu, 20 Agustus kemarin mengangkat tema film stop motion. Dari Gambar Idoep sendiri, diangkatnya film-film stop motion karena merupakan media yang mampu mengkampanyekan suatu isu sosial dengan lebih efektif dengan mampu menyentuh banyak kalangan dibanding film fiksi atau film dokumenter.
Stop motion sendiri merupakan teknik dasar pembuatan animasi yang mengatur sekumpulan frame sekuensial sehingga tampak bergerak. Layar Idoep kali ini juga ditemenin sama Mas Firman Widyasmara selaku pembuatnya yang ngajak kita diskusi lewat sharing pengalamannya dalam membuat karya-karya stop motion-nya. Sebagai tambahan, Mas Firman ini juga merupakan pemilik Moxie Indonesia, pendiri Lanting, tutornya Hellomotion dan lain sebagainya, doi memang juaranya animasi deh..
Film-film pendek stop motion karya mas firman yang ditayangkan di Layar Idoep kali ini adalah:

Help! (2005)
Film yang dikerjakan hanya dengan bermodal kapur tulis dan papan tulis (pinjaman!) ini semula tidak berniat dikerjakan secara serius. Penggambaran beberapa gambar yang akhirnya dipotret akhirnya dirasa sayang kalau tidak diteruskan. Dibantu oleh sang adik (yang tangannya sempet beberapa kali nongol) akhirnya very very short film ini rampung juga. Film ini nunjukin si tokoh yang ada di gambar berusaha keras untuk nyelametin dirinya dari banjir sembari beberapa kali teriak “help!”.

Invasion of The Penguins (2007)
Film ini dikerjakan dengan lebih serius dengan melibatkan satu tim yang mengerjakan berbagai set film secara improvisasi! Dengan modal kreativitas dan pengerjaan set dari pagi sampai pagi lagi, film ini bener-bener menginspirasi banget. Film pendek ini udah punya cerita yang lebih terbentuk dibanding ‘Help!’, yaitu dengan nyeritain gimana penguin-penguin di kutub selatan sudah mulai kehilangan ‘rumah’ mereka akibat berbagai kegiatan manusia yang mendukung pemanasan global. Para penguin-penguin itu akhirnya berusaha nyari tempat yang sama dinginnya dengan daerah kutub, dan tadaaa.. mereka menginvasi freezer-freezer kulkas manusia.

Little Tree Little Me (2009)
Film pendek animasi 2 dimensi yang dikerjakan dengan lebih serius dari sebaga aspek ini udah make teknologi modern untuk pengerjaannya yang berbasis digital. Cerita dari film pendek ini pun terhitung serius, yaitu tentang pohon yang baru tumbuh dan berusaha menjadi sekuat 2 pohon yang udah ada sebelumnya. Cerita ini punya pesan moral gimana keunikan kita masing-masing punya tujuan dan gunanya masing-masing tanpa harus merasa rendah dengan keadaan kita.

Balloons (2010)
Ballon dikerjakan dengan niat lebih serius bersama professor ahli stop motion di jepang media clay yang lebih rapi. Film yang nggak kalah inspiratif dari film-film lain ini bercerita tentang Ciri-kun (gambar dia ada di snapshot!) yang lagi jalan-jalan bersama balonnya dan diganggu oleh dua awan nakal bernama Zi dan Wi. Di suatu tempat, awan-awan itu meniupkan angin yang sangat kencang hingga balon-balon Ciri lepas dan tersangkut di pohon kelapa bernama Ki dan berusaha mendapatkannya kembali.
Diskusi ini juga diramein sama sesi tanya jawab yang seru banget bareng peserta untuk tahu lebih jauh tentang teknik stop motion bareng Mas Firman langsung pastinya.Foto-foto acara screening dan diskusi ini bisa diliat di sini.
Tunggu acara-acara seru dari Gambar Idoep dan SPEAK lain untuk bisa gabung di gerakan anti-korupsi seru a la kita!!

buat nyampaiin gagasan...Yang tertarik belajar silahkan