Teman-teman,

kristal-dunia asked: hai SPEAK, gue mau tanya kegiatan SPEAK dalam waktu dekat ini apa ya? terima kasih. :)
Dalam waktu dekat kami akan bikin diskusi publik tentang politik dan anak muda, dalam rangka pilkada DKI putaran ke-2. Info lengkapnya menyusul dalam waktu dekat. Stay tune ya!
[video]
FREQUENTLY ASKED QUESTIONS:
CORRUPTION

A. Apa sih, korupsi itu…
Korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan (yang telah dipercayakan) untuk kepentingan pribadi atau kelompok sendiri. Ada bermacam-macam kategori korupsi, menurut penjelasan Transparency International, berikut ini contoh praktek jelek yang lumayan sering dilakukan:
1. Korupsi untuk jalan pintas, dengan merujuk aturan yang ada
Misalnya kamu mau bikin paspor, nah, kan, ada, tuh, langkah-langkahnya. Tapi kamu ingin mendapatkan pelayanan special, contohnya, kamu mau paspor kamu jadi dalam waktu satu hari, padahal aturannya paspor kamu baru jadi setelah 10 hari. Kemudian kamu bayar “uang plus” alias melakukan suap supaya mendapatkan fasilitas special itu. Kamu tetap ngikutin berbagai rangkaian pembuatan paspor, tapi kamu diduluin dari yang lain.
2. Korupsi untuk jalan pintas, dengan mencurangi peraturan
Nah, buat yang satu ini, kita ambil contoh penerimaan siswa/mahasiswa baru. Ada seorang anak yang ingin sekolah di sekolah A, berhubung orang tuanya punya uang yang banyak, jadi anak tersebut memberikan “sogokan” alias suap agar bisa sekolah di sekolah A. Padahal seperti yang kita ketahui, sekolah/kampus tersebut punya tata cara yang harusnya dipatuhi. Kamu udah gak ngikutin peraturan, korupsi pula.
B. Hap! Langkah pertama untuk gak korupsi!
Sebagai langkah awal menghindari korupsi adalah kita mesti menerapkan prinsip transparansi. Transparansi bisa dijelaskan sebagai suatu prinsip yang ngebolehin kita tahu baik itu faktanya, biaya atau angka-angka dasar sampai mekanisme dan prosesnya. Contohnya, waktu kamu bikin KTP, kamu berhak untuk tahu mengenai misalnya mengenai bagaimana mekanisme pembuatan KTP itu, berapa lama waktu yang dibutuhkan, apa saja yang harus dibayar, berapa jumlah rincian biayanya. Terus, dalam hal ini ternyata pejabat negara bertanggung jawab untuk bertindak dengan jelas dan tegas jika terjadi pelanggaran, loh.
Nah, kalau udah jelas, maka kita bisa mempersiapkan semuanya dengan baik. Gak perlu kasih “amplop” lagi, kan?

C. Akibat dari korupsi
Kemiskinan, kebodohan, bahkan kematian. Namun secara garis besar, kerugian yang ditimbulkan oleh korupsi adalah sebagai berikut:
# Sektor Politik
Korupsi merupakan halangan utama untuk demokrasi dan penagakan hukum. Negara kita, kan, negara yang masih belajar untuk jadi negara demokrasi. Nah, klo terjadi korupsi, otomatis kepemimpinan yang bertanggung jawab tidak bisa dilaksanakan. Sehingga akibatnya, pemerintah kehilangan legitimasinya dan kita batal deh bikin iklim demokrasi di negara ini.
Efek yang paling nyata terjadi yaitu pada struktur sosial masyarakat. Masyarakat jadi gak percaya lagi sama sistem politik, lembaga pemerintahan bahkan kepada kepemimpinan yang sedang berlangsung. Akibatnya, macem-macem ada yang mengutuk pemerintahan, bete plus frustasi banget sama pemerintah, nah, yang bahaya adalah orang yang jadi gak peduli lagi sama pemerintah. Kekecewaan masyarakat seperti ini bikin kita jadi lemah, gak mau tau lagi ikut ngawasin atau majuin negara ini. Kalo udah begini, pemerintah-pemerintah yang jahat itu, bisa banget untuk memanfaatkan aset nasional untuk kekayaan mereka sendiri. Nah, the ugly part, orang-orang yang udah gak mau peduli lagi sama negara ini pada pindah ke luar negeri, mereka merasa negara ini sudah tidak bisa memberikan harapan apapun untuk hidup mereka. Sehingga negara kehilangan orang-orang yang kompeten dan jujur, sampai akhirnya negara ini akan runtuh. Parah banget, kan?!
# Sektor ekonomi, pendidikan, layanan umum
Kita jadi “miskin”. Loh? Kenapa masih ada orang yang bisa beli iPhone, ngoleksi tas Louis Vuitton dan ganti mobil kayak beli kacang goreng? Coba deh lihat, masih banyak orang yang gak bisa sekolah dengan tenang, gak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, gak bisa pake air bersih bahkan sulit makan makanan yang bergizi setiap hari. Ini tandanya kalau kekayaan negara kita yang seharusnya didistribusikan untuk masyarakat lewat layanan umum dikeruk oleh pihak koruptor itu.

# Sektor lingkungan hidup
Selain itu, alam pun kena dampak dari perbuatan korupsi itu. Liat, deh, banyak banget sawahsawah yang digusur, hutan-hutan yang digundulin habis-habisan, barang tambang yang diambil gila-gilaan. Ini karena pemerintah mau aja disogok sama perusahaan serakah untuk ngeluarin ijin pengolahan sumber daya alam yang sebenarnya merugikan negara kita. Lingkungan alam jadi rusak, koruptor kaya raya, Indonesia habis dikeruk.

D. Sebetulnya, bisa gak kerugian dari korupsi itu dihitung?
Kalau mau cari angka persisnya berapa, mau pakai metode penghitungan secanggih apapun, yang hitung orang secerdas apapun, sulit sekali. Kenapa? Soalnya, korupsi kan ngumpet-ngumpet, jadi gak ada tuh yang tahu persis besar suapan atau aset negara apa aja yang dimanfaatin. Serem dan bahaya banget, kan? Jangan-jangan suatu hari kita disuruh pergi dari negara ini ke negeri antah berantah karena negara ini udah dijual sama koruptor. Hiiiii…takut!
Tapi kita tetap bisa melihat kerugian yang ditimbulkan akibat korupsi, seperti akibatnya yang bisa ngerambat ke banyak aspek di kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari harga buku pelajaran yang mahal, bayaran sekolah yang tingginya lebih tinggi dari monas, angkot yang jelek dan gak aman, kereta yang buruk, pelayanan kesehatan untuk orang tidak mampu yang buruk, harga rupiah yang terus dikejar oleh mata uang lain, hutang negara yang numpuk setinggi Jaya Wijaya dan berjuta-juta kerugian lain. Ini gawat, teman-teman.
E. Tempat korupsi tumbuh subur
Banyak hal yang bisa bikin korupsi tumbuh subur, mulai dari lingkungan yang tidak tegas, budaya serba boleh, sampai godaan ekonomi berbau kekayaan. Ada gak, sih, hubungannya dengan budaya pemberian bingkisan, misalnya waktu lebaran atau saat penerimaan rapor? Jawabannya, selalu ada batasan dalam semua budaya tentang tindakan apa yang dianggap korup dan tidak bisa ditoleransi. Jadi kalau pemberian bingkisan sebagai bentuk derma kepada orang yang tidak mampu, ya tentu boleh. Kalo pejabat pajak diberi bingkisan? Gak usah kali, ya, kan bisa beli sendiri. Kalo guru dikasih bingkisan supaya kamu naik kelas? Wah itu salah kawan, kamu harusnya lebih percaya diri pada kemampuan dirimu, gurumu juga salah kalau menaikkan nilai demi menerima hadiah dari kamu. Jangan ya!
F. Jadi, apa yang bisa dilakukan setiap anak muda?
Beberapa cara/aksi yang bisa dilakukan setiap anak muda untuk dukung gerakan anti korupsi, konkrit:

1. Belajar kontrol gaya hidup, caranya lewat disiplin dengan laporan pengeluaran dan bandingkan dengan pendapatan. Tahu apakah kita sudah cukup realistis dengan gaya hidup atau masih boros. Sadar memilih mana yang memang perlu, mana yang sekedar keinginan.

2. Menolak memberi dan menerima sogokan! Jaga integritas dan berani bilang NGGAK.
3. Jujur dengan laporan keuangan, dan kerja-kerja organisasi di lingkup terkecil kita.
4. Nggak berhenti sebarkan semangat bahwa anak muda itu jujur, bersih, dan profesional di dalam setiap aktivitasnya. Kreatif juga perlu profesional dan nggak asal-asalan kan?

Kami di SPEAK percaya, berantas korupsi gak cukup cuma mengandalkan integritas tiap individu aja. Untuk ngelawan kekuasaan yang disalahgunakan caranya harus dengan menciptakan kekuatan tandingan dari pemberi kekuasaan, yaitu kita semua. Anak muda harus bersatu mengorganisir diri untuk berani bersama-sama lawan ketidakadilan yang terjadi akibat penyalahgunaan kekuasaan, seperti di sekolah, di kampus, di lingkungan tempat tinggal.
Kalau kamu ingin belajar lebih jauh lagi tentang gerakan anti korupsi, kamu bisa gabung dalam program SPEAK Institute. Atau untuk yang masih SMA dan gregetan banget gara-gara dana untuk bikin acara basket atau pensi gak diturunin juga oleh sekolah, kamu juga bisa ajak teman-teman OSISmu untuk gabung dalam program Speak Goes to School. Kontak @adriandanarw, @ditakusumaa, atau @ogiwicaksana di twitter ya! Kamu bisa kirim email juga ke speak.youthclub@gmail.com untuk minta info lebih detail lagi.
Looking forward to meet you in our programs!

Benarkah hak politik cukup diwakili dengan hak pilih kita sebagai warga negara? Lantas bagaimana jika kita, anak muda memilih menjadi golput dan abai, apakah anak muda patut dipersalahkan sedangkan pemerintah juga absen pada kebutuhan kita?
You’re invited! Let’s discuss and share the topic further.
Sabtu, 21 Juli 2012, 13.00 – 17.00 WIB
Reading Room, Jl. Kemang Timur Raya No. 57, Jakarta Selatan
Peta: http://goo.gl/maps/UzHl
Narasumber:
1. Ir. Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) | Cawagub DKI 2012
2. Inayah Wahid | Inisiator Positive Movement
3. Irwansyah | Dosen dan Peneliti Puskapol UI
4. Angga Sasongko | Videomaker Faisal-Biem
Music Performance:
Efek Rumah Kaca
It’s all FREE! Join us and ask your friends in!
Contact: Austin 081.9080.44566